JIWA, SEMANGAT, DAN NILAI-NILAI 45

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Jiwa adalah seluruh kehidupan batin manusia (yang terjadi dari perasaan, pikiran, angan-angan, dan sebagainya).

Semangat adalah roh kehidupan yang menjiwai segala makhluk, baik hidup maupun mati yang dapat memberi kekuatan.

Nilai adalah sifat-sifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi kemanusiaan.

Hubungan jiwa 45 dengan pelajar

Pada zaman pra kemerdekaan, rakyat Indonesia yang memiliki jiwa 45 yakin, bahwa masa penjajahan akan berubah menjadi kemerdekaan. begitu juga pada zaman sekarang, seorang pelajar yang memiliki jiwa 45 harus yakin, bahwa masa kebodohan akan berubah menjadi masa penuh prestasi. oleh karena itu, jiwa 45 sebagai keteladanan dari para pahlawan kemerdekaan Indonesia dapat diwujudkan jika pelajar memiliki faktor-faktor berikut:

A. Intelegensi

Intelegensi adalah kemampuan seseorang dalam berfikir dan belajar, memecahkan masalah, dan memproses sesuatu, dan menyesuaikan diri pada lingkungan.


B. Perhatian

Perhatian adalah pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada sesuatu atau sekumpulan objek.


C. Minat

Minat adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri.


D. Bakat

Bakat adalah kemampuan seseorang secara alamiah yang masih perlu dilatih dan dikembangkan agar dapat terwujud secara maksimal.


E. Motif

Motif adalah dorongan dalam diri manusia yang timbul dikarenakan adanya kebutuhan-kebutuhan yang ingin dipenuhi oleh manusia tersebut.


F. Kematangan

Kematangan adalah kemampuan menyadari waktu dan tempat yang tepat untuk berperilaku dan mengetahui kapan harus bertindak sesuai dengan keadaan.


G. Kesiapan

Kesiapan adalah kesediaan untuk memberi respon atau bereaksi terhadap keadaan dan lingkungan.


Hubungan semangat 45 dengan pelajar

Semangat berhubungan dengan perasaan dan tindakan. Semangat adalah keadaan pikiran ketika batin tergerak untuk melakukan satu atau banyak tindakan. Jadi, semangat itu memiliki fungsi sebagai penggerak batin untuk bertindak. Para pahlawan kemerdekaan Indonesia memiliki semangat 45 sebagai penggerak batin, bertindak dengan berjuang atau berperang melawan penjajah sampai titik darah penghabisan, demi terwujudnya suatu kemerdekaan dengan slogan Merdeka atau Mati!

Tetapi dengan era perdagangan dan media informasi yang bebas sekarang ini, semangat 45 jadi bersifat angin-anginan, terkadang ada dan tidak ada, bahkan cenderung tidak ada. Hal ini dapat dimaklumi, sebagai contoh kurangnya kecintaan terhadap produk dalam negeri. Banyak anak usia pelajar yang suka jajan di restoran siap saji berlabel luar. Selain itu, yang tidak dapat dimungkiri bahwa gawai atau smartphone berlabel luar adalah alat informasi yang digunakan saat ini oleh masyarakat termasuk pelajar.

Fenomena tersebut harus disikapi dengan bijak sebagai hal yang positif. Restoran siap saji berlabel luar merupakan salah satu lapangan pekerjaan, mengapa? Karena mempekerjakan masyarakat. Gawai atau smartphone, walaupun berlabel luar, memiliki manfaat yang luar biasa, antara lain memudahkan komunikasi keluarga, kerabat, dan orang banyak yang terkendala tempat dan waktu.

Jika memang demikian, bagaimana mempertahankan semangat 45 yang diteladani oleh pahlawan kemerdekaan? Yaitu memupuk tekad untuk mempertahankan semangat dengan melakukan hal-hal yang produktif untuk kemajuan bangsa Indonesia. Jika sebagai pelajar, tentunya dapat dilakukan dengan mengenali, menggali, dan mengembangkan potensi diri untuk mencapai dan meningkatkan prestasi, baik akademik maupun non akademik.

Hubungan nilai 45 dengan pelajar

Bagaimana kemerdekaan Indonesia dapat diraih? Tentu modal utamanya adalah persatuan antarmasyarakat Indonesia yang beraneka ragam suku dan agama.

Bagaimana persatuan dapat diwujudkan? Dengan memiliki rasa solidaritas (senasib) dari para pejuang kemerdekaan Indonesia yang menginginkan perubahan, yaitu merdeka!

Bagaimana wujud nilai 45 oleh para pelajar? Dengan berkreasi atau menciptakan sesuatu yang dapat bermanfaat atau berguna bagi masyarakat, berprestasi di tingkat internasional, sehingga negara-negara lain tahu, bahwa ada potensi pelajar Indonesia yang tidak dimiliki oleh pelajar dari negara-negara lain, seperti halnya pengakuan dunia, bahwa Indonesia telah merdeka, melalui perjuangan yang panjang dan ditandai dengan adanya Proklamasi 17 Agustus 1945.

Banyak bidang globalisasi yang dapat mengikis jiwa, semangat, dan nilai 45. Namun, sebagai pelajar, generasi yang akan meneruskan perjuangan bangsa Indonesia, sangatlah pantang untuk meninggalkan jiwa, semangat, dan nilai 45, karena jiwa, semangat, dan nilai 45 adalah akar dari tegaknya pohon Negara Kesatuan Republik Indonesia hingga saat ini!

a. Perhatian